Profil MKKS SMK Lampung

Tentang MKKS-SMK Lampung
Program Kerja MKKS-SMK Lampung

Roadmap SMK di Lampung, yaitu akses dan pelayanan pendidikan, industri dan dunia kerja (IDUKA) dan kebijakan tamatan, sistem sertifikasi, kurikulum dan pembelajaran, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, serta tata kelola kelembagaan

Pada tahun 2018 di Regional Wilayah Sumatera Bagian Selatan telah dilaksanakan launching Link and Match bertempat di PT Pupuk Sriwijaya Palembang dengan melibatkan berbagai IDUKA dan SMK di wilayah Lampung, Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Pada tahun 2018 di Regional Wilayah Sumatera Bagian Selatan telah dilaksanakan launching Link and Match bertempat di PT Pupuk Sriwijaya Palembang dengan melibatkan berbagai IDUKA dan SMK di wilayah Lampung, Sumatera Selatan dan Bengkulu.

Terselenggaranya Kegiatan Kelompok Diskusi Terpumpun Rencana Peta Jalan Revitalisasi SMK Tingkat Provinsi di bulan Oktober Tahun 2019 dengan peserta Instansi Pemerintah terkait di Provinsi Lampung, Dunia Usaha, Dunia Industri dan Ketua MKKS Kab/Kota.

Sehingga terciptanya sinergi antara pemangku kepentingan untuk merevitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan sesuai dengan Inpres No.9 Tahun 2016.

  1. KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN SMK
  2. REVITALISASI KERJA SAMA DENGAN IDUKA
  3. REVITALISASI SISTEM SERTIFIKASI
  4. REVITALISASI KURIKULUM
  5. REVITALISASI GURU/PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
  6. REVITALISASI SARANA DAN PRASARANA
  7. REVITALISASI TATA KELOLA KELEMBAGAAN
  8. REVITALISASI KURIKULUM

 

Kondisi Saat Ini:

Jumlah guru sebanyak 9.865 orang dengan status PNS 2.173 orang (21%) dan 79% didominasi oleh guru honor

Ketersediaan guru/pendidik tersebut belum memenuhi rasio Pendidikan khususnya untuk guru PNS yaitu 1:64 siswa

Ketersediaan RPS belum mencukupi kebutuhan praktik siswa secara kuantitas maupun kualitas

Pemanfaatan sarana dan prasarana (fasilitas) sekolah untuk kegiatan produksi (production based education and training) dalam skema teaching factory belum memiliki kepastian dasar hukum pelaksanaan yang kuat

Masih kurangnya data base SMK, Masih banyak SMK yang belum menerapkan Teaching Factory, Belum ada SMK yang menerapkan tata kelola pengelolaan keuangan Badan Layan Umum Daerah, Peran dan fungsi BKK belum optimal

Kendala masih kurangnya Ruang Kelas/Ruang Praktek Siswa untuk pelaksanaan kegiatan belajar dan mengajar.

Strategi:

Inventarisasi dan pemetaan kebutuhan jumlah PTK ASN dan Honorer berdasarkan mata pelajaran di setiap sekolah, Mengkoordinasikan rencana pengangkatan guru honorer dengan pihak terkait (Dinas Pendidikan, BKD, dan BPKAD);

Bekerjasama dengan IDUKA untuk mengirimkan Guru Magang dan mengundang Guru Tamu dalam proses pembelajaran, Optimalisasi peran dan fungsi MGMP

Menguatkan kebijakan Resource Sharing dalam skema Sekolah Rujukan, Pemenuhan alat praktik utama baik dari segi kualitas maupun kuantitas sesuai dengan isi Permendikbud Nomor 34 tahun 2018, Meng update teknologi peralatan yang dimiliki sekolah dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi di industri,Berkoordinasikan dalam skema SMK Rujukan, Aliansi dan Industri dalam konsep Resource Sharing

Tersedianya aplikasi untuk data base SMK, Melaksanakan workshop untuk penerapan Teaching Factory, Melaksanakan Workshop untuk Pembentukan BLUD SMK, Optimalisasi Peran dan Fungsi BKK, Melaksanakan workshop perogram Fast Track serta memberikan bea siswa bagi siswa untuk ikut program ini.

 

Progress:

Bekerja sama dengan OPD lain untuk mendorong kerjasama SMK dengan Iduka, seperti dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan,

Mengoptimalkan peran MGMP SMK Provinsi Lampung yang bertindak sebagai Fasilitator yang mempertemukan SMK se Lampung pada jurusan yang sama dengan Iduka. Misalnya jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, difasilitasi MGMP TBSM menggandeng PT Tunas Dwipa Matra/Honda, begitu juga denganjurusan lain;

Mendorong terbentuknya LSP di Sekolah serta terlaksananya Uji Kompetensi bagi Guru Kejuruan, Sertifikasi Guru Kejuruan bekerja sama dengan LSP dan atau Iduka terkait, seperti yang sudah proses dilakukan oleh LSP Teknisi Otomotif bekerjasama dengan SMKN 2 Bandar Lampung dan SMK Maarif Purbolinggo, menyelenggarakanUjikom Guru TBSM sudah 2 angkatan (24 orang), Terus mendorong jurusan lain untuk menyelenggarakan kegiatan seperti ini, saat ini proses untuk Guru TKJ, TKRO.

Uji Kompetensi Mandiri selalu dilaksanakan oleh SMK berkerja sama dengan Iduka dan atau Aspsiasi Profesi, seperti Akuntandi dengan IAI, TKRO dengan daihatsu, Program kerja dari masing-masing SMK yang telah melaksanakan kegiatan ini; Difasilitasi oleh MGMP SMK provinsi Lampung untuk melaksanakannya sesuai jurusan masing-masing

Mendorong semua SMK untuk mampu memenuhi kehutuhan sarprasnya; Mengoptimalkan peran SMK Rujukan dan Iduka untuk pembelajaran pada kompetensi yang sesuai bagi SMK yang kurang memiliki sarpras. Artinya bila pada kompetensi tertentu SMKtidak punya alatnya maka proses pembelajaran bisa dilaksanakan di SMK Rujukan atau Iduka.

Road map SMK sebagai pedoman/ acuan dalam mengambil kebijakan, strategi, dan pelaksanaan program pengembangan SMK sehingga pendidikan di Lampung Lebih bermutu sesuai dengan tuntutan pasar kerja dari IDUKA untuk SMK Lampung Berjaya